AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 81)



http://t.me/fiqihmukminah

PERTEMUAN 81

KAJIAN FIKIH

Dari kitab:
AL-FIQH AL-MUYASSAR
(FIKIH PRAKTIS)


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

BAGIAN KETUJUH

7. WAKTU-WAKTU YANG TERLARANG MELAKUKAN SHALAT SUNNAH

Ada beberapa waktu terlarang untuk shalat sunnah, kecuali yang dikecualikan.

Waktu-waktu terlarang tersebut ada lima, yaitu:

1. Setelah shalat Shubuh sampai matahari terbit.

Berdasarkan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم,

لا صلاة بعد صلاة الفجر حتى تطلع الشمس.

"Tidak ada shalat setelah shalat Shubuh sampai terbit matahari."
(Muttafaqun 'alaih)


2. Dari terbit matahari sampai meninggi seukuran tombak menurut pandangan mata, yakni kira-kira seukuran satu meter.
Dengan ukuran jam, kira-kira seperempat jam atau sepertiga jam setelah matahari terbit.

Apabila matahari sudah tinggi setelah terbit seukuran tombak, maka telah habis waktu larangan, berdasarkan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada Amr bin Abasah رضي الله عنه,

صل صلاة الصبح، ثم أقصر عن الصلاة حتلإ تطلع الشمس حتى ترتفع...

"Shalatlah Shubuh, kemudian tahanlah dirimu dari shalat sampai matahari terbit sehingga naik..." 
(HR. Muslim)


Dan berdasarkan hadits Uqbah bin Amir berikut ini.

3. Ketika matahari tegak (yakni di puncak ketinggiannya, karena matahari naik di ufuk, lalu setelah itu mulai turun) sampai tergelincir (turun) ke arah barat, dan setelah itu masuk waktu Zhuhur.

Berdasarkan hadits Uqbah bin Amir رضي الله عنه:

ثلاث ساعات كان النبي صلى الله عليه وسلم ينهانا أن نصلي فيهن وأن نقبر فيهن موتانا :  حين تطلع الشمس بازغة حتى ترتفع،  وحين يقوم قائم الظهيرة حتى تزول، وحين تتضيف للغروب حتى تغرب.

"Ada tiga waktu di mana Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang kami untuk shalat dan menguburkan jenazah kami; ketika matahari terbit dengan jelas sampai ia naik, dan ketika orang yang berdiri di siang hari tidak memiliki bayangan sampai matahari tergelincir, dan ketika akan terbenam sampai terbenam."
(HR. Muslim)


Makna  تتضيف للغروب adalah  condong untuk tengelam.

4. Bersambung insya Allah

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 5 Jumadil Akhir 1439 H / 21 Februari 2018 M

====°°°°====°°°°====°°°°====

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu c ingin mendapatkan faedah dari dars kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar, silakan mengunjungi:
Website: 
Channel Telegram:
       ● http://t.me/nisaaassunnah
       ● http://t.me/fiqihmukminah

Nisaa` As-Sunnah
AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 81) AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 81) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 5 on February 28, 2018 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.