AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 88)



PERTEMUAN 88


    KAJIAN FIKIH 


 Dari kitab:
AL-FIQH AL-MUYASSAR
(FIKIH PRAKTIS)


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

 BAGIAN KELIMA 

5⃣ SUJUD TILAWAH 

❶ Disyariatkankannya sujud tilawah dan hukumnya

 Sujud tilawah disyariatkan ketika membaca dan mendengar ayat-ayat yang di dalamnya ada ayat sajdah. 

Ibnu Umar رضي الله عنهما berkata, 

كان النبي صلى الله عليه وسلم يقرأ علينا السورة فيها السجدة،  فيسجد ونسجد معه حتى ما يجد أحدنا موضعا لجبهته. 

Nabi صلى الله عليه وسلم pernah membacakan kepada kami surah yang di dalamnya ada ayat sajdah, lalu beliau sujud dan kami pun sujud bersama beliau, sampai-sampai salah seorang di antara kami tidak menemukan tempat untuk dahinya." (Muttafaqun 'alaih) 

 HUKUM sujud tilawah adalah SUNNAH menurut pendapat yang shahih, dan bukan wajib.

Sungguh Zaid bin Tsabit رضي الله عنهما pernah membaca surah An-Najm di hadapan Nabi صلى الله عليه وسلم,  tapi beliau tidak Sujud tilawah padanya. (HR. Bukhari) 
 Maka hadits ini menunjukkan bahwa sujud tilawah hukumnya tidak wajib. 

Sujud tilawah disyariatkan: 
Untuk pembaca dan pendengar, ketika membaca ayat sajdah baik di dalam shalat maupun di luar shalat.

Berdasarkan
 perbuatan Nabi صلى الله عليه وسلم ketika beliau membaca ayat sajdah, dan berdasarkan 
 sujudnya para sahabat bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar رضي الله عنهما di atas, 

فيسجد ونسجد معه. 

"Maka beliau sujud dan kami pun sujud bersama beliau."

 DALIL tentang disyariatkan sujud tilawah di dalam shalat

 Apa yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Rafi' berkata, 

صليت مع أبي هريرة العتمة،  فقرأ  « إذا السماء انشقت » فسجد، فقلت:  ما هذه؟  قال :
سجدت بها خلف أبي القاسم صلى الله عليه وسلم،  فلا أزال أسجد فيها حتى ألقاه.

"Aku shalat Isya bersama Abu Hurairah,  dan dia membaca 'Idzas samaa'un syaqqat (surah Al-Insyiqaq), lalu dia sujud tilawah.  Maka aku bertanya, 'Apa ini?'  Dia menjawab, 'Aku sujud tilawah karena ayat ini ketika shalat bersama Abul Qasim (Rasulullah صلى الله عليه وسلم), maka aku selalu sujud karena membacanya sampai aku aku bertemu dengannya (wafat)."  (Muttafaqun alaih) 

Apabila yang membaca tidak sujud, maka yang mendengar juga tidak sujud. Sebab yang mendengar mengikuti yang membaca.
 Berdasarkan hadits Zaid bin Tsabit رضي الله عنهما di atas, karena  sesungguhnya Zaid (yang membaca) tidak sujud,  maka Nabi صلى الله عليه وسلم (yang mendengar) juga tidak sujud. 

❷ KEUTAMAAN SUJUD TILAWAH
Bersambung insya Allah

•••━══ ❁✿❁ ══━•••

 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 20 Syawal 1439 H / 4 Juli 2018 M



 Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

 Barakallahu fikunna 

#NAMuyassar #NAM88

Bagi yang ingin5 mendapatkan faedah dari dars kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar, silakan mengunjungi:
 Channel Telegram:
       ● http://t.me/NAmuyassar
 Website: 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com

🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀
AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 88) AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 88) Reviewed by Nisaa As-Sunnah 2 on July 05, 2018 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.