AL-FIQH AL-MUYASSAR (Pertemuan ke-108)



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

✅ Jika orang yang sakit tidak mampu melakukan semua itu, maka dia boleh shalat sesuai dengan kemampuannya.
 🔘 Berdasarkan firman Allah ta'ala:

فَاتَّقُوا اللّٰہَ مَا اسۡتَطَعۡتُمۡ

"Maka bertakwalah kalian kepada Allah semampu kalian." (QS. At-Taghabun: 16)

✅ Tidak gugur kewajiban shalat dari orang sakit selama akalnya masih sehat, sehingga meskipun shalat dengan isyarat, karena dia mampu melakukannya disertai dengan niat.

✅ Orang sakit yang shalat dengan duduk,  hendaklah memberi isyarat ketika rukuk dan sujud dengan kepalanya, menjadikan sujudnya lebih rendah daripada rukuknya, jika tidak mampu memberikan isyarat dengan kepala, maka memberi isyarat dengan kedua matanya.

🔎 B. SHALAT MUSAFIR

📚 TERDIRI DARI BEBERAPA PEMBAHASAN:

1. QASHAR SHALAT RUBA'IYYAH (EMPAT RAKA'AT)

🔘 Ini terdiri dari beberapa bagian:

🔖 BAGIAN PERTAMA:

1⃣ HUKUM MENG-QASHAR SHALAT

✅ Tidak ada khilaf di kalangan ulama tentang disyariatkannya meng-qashar shalat ruba'iyyah bagi musafir.
🔎 Berdasarkan dalil dari Al-Qur'an, As-Sunnah, dan ijma'.

🔎 Adapun dalil dari Al-Qur'an adalah firman Allah ta'ala:


وَ اِذَا ضَرَبۡتُمۡ فِی الۡاَرۡضِ فَلَیۡسَ عَلَیۡکُمۡ جُنَاحٌ اَنۡ تَقۡصُرُوۡا مِنَ الصَّلٰوۃِ ٭ۖ اِنۡ خِفۡتُمۡ اَنۡ یَّفۡتِنَکُمُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ؕ

"Dan jika kalian bepergian di muka bumi, maka tidak mengapa kalian meng-qashar shalat jika kalian takut diserang orang-orang kafir." (QS. An-Nisa: 101)

✅ Meng-qashar shalat boleh dilakukan dalam safar dan dalam keadaan takut dan aman.
🔎 Berdasarkan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم kepada orang yang bertanya tentang qashar, padahal orangnya sudah dalam keadaan aman,

صدقة تصدق الله بها عليكم،  فاقبلوا صدقته

"Qashar adalah sedekah dari Allah yang diberikan kepada kalian, maka terimlah sedekah-Nya." HR. Muslim (686)

✅ Dan juga karena Nabi صلى الله عليه وسلم dan para Khalifah beliau selalu melakukannya.
🔎 Dari Ibnu Umar رضي الله عنهما berkata,

إني أصبحت رسول الله صلى الله عليه وسلم في السفر فلم يزد على ركعتين حتى قبضه الله، وصحبت أبا بكر فلم يزد على ركعتين حتى قبضه الله...

"Sesungguhnya aku menemani Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam safar beliau, maka beliau tidak menambah dari dua rakaat (shalat qashar) sampai Allah mewafatkan beliau. Dan aku juga menemani Abu Bakar, maka dia juga tidak menambah dari dua rakaat sampai Allah mewafatkannya." HR. Muslim (689)

🔘 Kemudian Ibnu Umar رضي الله عنهما juga menyebutkan Umar dan Utsman رضي الله عنهما.

🔎 Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Umar secara marfu':

إن الله يحب أن تؤتى رخصه كم يكره أن تؤتى معصيته

"Sesungguhnya Allah menyukai jika keringanan-Nya dikerjakan sebagaimana Dia tidak menyukai jika kemaksiatan kepada-Nya dilakukan." HR. Ahmad (5832)

•••━══ ❁✿❁ ══━•••

 ✍🏼 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 10 Jumadil Awwal 1440 H / 16 Januari 2019 M

====°°°°====°°°°====°°°°====

🛑 Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

🍃 Barakallahu fikunna 🍃

#NAMuyassar #NAM108
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○

🖥 Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar, silakan mengunjungi:
📠 Channel Telegram:
       ● http://t.me/NAmuyassar
       ● http://t.me/nisaaassunnah
🌐 Website:
       ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/namuyassar.html
       ● http://www.nisaa-assunnah.com

🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀
AL-FIQH AL-MUYASSAR (Pertemuan ke-108) AL-FIQH AL-MUYASSAR (Pertemuan ke-108) Reviewed by Nisaa As-Sunnah 2 on January 20, 2019 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.