Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan ke-109)



Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى

📗 Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

2. DALIL HISSI (INDERAWI)

🔎 Sesungguhnya orang yang tidur kadang bermimpi bahwa dirinya berada di tempat yang luas, indah, dan dia bersenang-senang di sana. Atau dia bermimpi berada di tempat yang sempit, menakutkan, dan menyakitkan.

🔎 Dan kemungkinan dia bangun dari Tidurnya dalam keadaan dia masih tetap berada di atas tempat tidurnya, dan masih tetap di dalam kamarnya. Maka tidur adalah saudara (mirip) kematian, oleh karena itu Allah ta'ala menamakan tidur dengan istilah wafat. Allah ta'ala berfirman,

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ

"Allah memegang jiwa manusia ketika matinya dan jiwa manusia yang belum mati di waktu tidurnya. Maka Dia tahan jiwa manusia yang yang telah Dia tetapkan kematiannya, dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai datang ajal yang telah ditentukan." (QS. Az-Zumar: 42)

3.DALIL AKAL

🔎 Orang yang tidur kadang bermimpi dengan mimpi yang sesuai dengan kenyataan, kemungkinan dia bermimpi bertemu dengan Nabi صلى الله عليه وسلم sesuai dengan sifat dan bentuk asli beliau, dan barang siapa bermimpi melihat beliau sesuai dengan bentuk asli beliau, maka sungguh dia telah melihat beliau yang sebenarnya, meskipun begitu orang yang bermimpi tersebut masih tetap dalam keadaan tidur di kamarnya, di atas tempat tidurnya yang jauh dari apa yang dia lihat dalam mimpinya.

🌍 Jika hal itu bisa terjadi di dunia, maka apakah hal itu tidak mungkin bisa  terjadi di akhirat (atau di alam barzakh)❓❗

🔖 Adapun dalil mereka pada apa yang mereka yakini bahwa
APABILA KUBUR ITU DIGALI, MAKA KEADAAN MAYAT TETAP SEPERTI SEMULA, TANAH KUBURNYA TIDAK BERUBAH MENJADI LUAS ATAU MENYEMPIT!

👉 MAKA JAWABANNYA SEBAGAI BERIKUT:
✔ 1. Bahwasanya tidak boleh membenturkan (menentang) apa yang dibawa oleh syariat dengan syubhat-syubhat yang batil seperti ini.
Jika orang yang mempertentangkan hal itu dengan syariat mau berpikir dengan sebenarnya, pasti dia akan tahu kebatilan syubhat-syubhat tersebut.

💬 Dan telah dikatakan dalam syair,

وكم من عائب قولا صحيحا
وآفته من الفهم السقيم

"Berapa banyak orang yang mencela pendapat yang benar, padahal kerusakannya itu berasal dari pemahaman yang salah."

✔ 2. Bahwa keadaan di alam barzakh (alam kubur) termasuk perkara ghaib yang tidak bisa diketahui oleh panca indera.

🔎 Seandainya perkara itu bisa diketahui oleh panca indera, maka hilanglah faedah beriman kepada yang ghaib, dan menjadi sama (yakni tidak ada bedanya) antara orang-orang yang beriman kepada yang ghaib dengan orang-orang yang menentang untuk mempercayainya.

✔ 3. Bersambung insya Allah

•••━══ ❁✿❁ ══━•••

✍🏼 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 28 Rabi'ul Awwal 1440 H / 6 Desember 2018.
__________📘

🛑 Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

🍃Barakallahu fikunna 🍃

#NATauhid #NAT109
====================

📡 Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
📠 Channel Telegram
      ● http://t.me/NAtauhid
      ● http://t.me/nisaaassunnah
🌐 Website
      ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/natauhid.html
      ● http://www.nisaa-assunnah.com

🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀
Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan ke-109) Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul  (Pertemuan ke-109) Reviewed by NISAA2 on January 20, 2019 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.