Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan ke-110)



Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى

📗 Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

🏷 3. Bahwa adzab, nikmat, dan luas atau sempitnya kubur hanya dapat dirasakan oleh mayit saja dan tidak dilihat atau dirasakan oleh selainnya, hal ini sama seperti apa yang dilihat dalam mimpi seseorang bahwa dia berada di tempat yang sempit yang menyedihkan atau berada di tempat yang luas dan indah, sementara itu orang lain yang melihatnya dia tetap  dalam tempat tidurnya yang tidak berubah, dia tetap di dalam kamarnya di antara kasur dan selimutnya.

🔘 Sungguh Nabi صلى الله عليه وسلم pernah diturunkan wahyu kepada beliau dalam keadaan beliau berada di antara sahabat-sahabatnya,  beliau mendengar wahyu sementara para sahabat tidak bisa mendengarnya,  dan kadang-kadang malaikat menjelma seperti seorang laki-laki yang berbicara kepada beliau, sedangkan para sahabat tidak bisa melihat malaikat tersebut juga tidak bisa mendengarnya.

🏷 4. Bahwa pengetahuan makhluk itu terbatas sesuai dengan yang Allah ta'ala berikan, tidak mungkin mengetahui semua yang ada, langit yang tujuh dan bumi dengan apa yang ada di dalamnya, dan segala sesuatu bertasbih dengan memuji Allah dengan tasbih yang sebenarnya, yang kadang-kadang Allah perdengarkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari makhluk-Nya, sementara semua itu terhalang bagi kita. Tentang hal itu Allah ta'ala berfirman:

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالأرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ

"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun kecuali ia bertasbih dengan memuji-Nya, akan tetapi kalian tidak mengerti tasbih mereka." (QS. Al-Isra': 44)

🔘 Begitu pula para setan dan jin, mereka bergerak di muka bumi datang dan pergi, sementara kita tidak bisa melihat setan dan jin-jin tersebut.
Pernah jin datang kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan mereka diam dan mendengarkan  bacaan beliau, lalu mereka kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan. Tentang hal itu Allah ta'ala berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنزعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

"Hai anak cucu Adam, janganlah sekali-kali kalian dapat ditipu oleh setan sebagaimana dia telah mengeluarkan kedua ibu bapak kalian dari surga, dia telah melepaskan pakaian keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat mereka, sungguh dia dan pengikutnya melihat kalian dari suatu tempat
yang kalian tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman." (QS. Al-A'raf: 27)

🔘 Dan jika manusia tidak bisa mengetahui semua yang ada, maka dia tidak boleh mengingkari apa yang telah ditetapkan oleh syariat berupa  perkara-perkara ghaib yang tidak bisa mereka ketahui.

✅ Alhamdulillah selesai matan dan syarah dari Rukun Iman yang kelima.
✅ Berikutnya kita kaji Rukun Iman yang terakhir, yakni Rukun Iman yang Keenam:

🔏 Bersambung Insya Allah

•••━══ ❁✿❁ ══━•••

✍🏼 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 5 Rabi'uts Tsani 1440 H / 13 Desember 2018.
__________📘

🛑 Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

🍃Barakallahu fikunna 🍃

#NATauhid #NAT110
====================
Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan ke-110)  Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul  (Pertemuan ke-110) Reviewed by Nisaa As-Sunnah 2 on January 20, 2019 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.