Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah (Pertemuan ke-169)




Penulis:

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

✅ FAEDAH TAMBAHAN:

◼ Apabila ragu-ragu dalam shalatnya lalu dia mengamalkan apa yang diyakini sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, kemudian dia baru ingat dan yakin bahwa apa yang telah dilakukannya adalah yang  benar, yakni bahwa dalam shalatnya tidak ada kelebihan maupun kekurangan, maka gugur baginya sujud sahwi (yakni dia tidak perlu sujud sahwi, pen.). Ini adalah pendapat yang masyhur, karena telah hilang syak (ragu-ragu) yang merupakan sebab sujud sahwi.

◼ Dan pendapat yang lain menyatakan tidak gugur sujud sahwi, karena sujud sahwi bertujuan juga untuk membuat setan menjadi jengkel, berdasarkan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:

وإن كان صلى إتماما لأربع كانتا ترغيما للشيطان

"Dan jika shalat sempurna empat rakaat maka sujud sahwi itu membuat setan jengkel." (HR. Muslim dan Abu Dawud)

☑ Sebab dia telah mendapati syak (ragu-ragu) dalam shalatnya, dan inilah yang rajih.

🔘 CONTOH:

Seseorang shalat lalu dia ragu-ragu apakah itu rakaat kedua atau ketiga? Dan dia tidak yakin mana yang benar di antara keduanya, maka dia harus meyakini yang lebih sedikit, yakni rakaat yang kedua, kemudian dia melanjutkan shalatnya, ternyata dia ingat dan yakin memang yang benar itu adalah rakaat kedua, maka dia tidak sujud sahwi, ini menurut pendapat yang masyhur, dan jika mengikuti pendapat yang kedua, maka dia harus sujud sahwi sebelum salam, dan ini adalah pendapat yang kami kuatkan.

🏷 SUJUD SAHWI BAGI MAKMUM

◼Apabila imam lupa dalam shalatnya, maka makmum wajib mengikuti imam dalam sujud sahwi, berdasarkan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:

إنما جعل الإمام ليؤتم به، فلا تختلفوا عليه،  إلى أن قال :
وإذا سجد فاسجدوا.
متفق عليه من حديث أبي هريرة رضي الله عنه

"Sesungguhnya dijadikan imam itu hanyalah untuk diikuti, maka janganlah kalian menyelisihinya... -sampai sabda beliau-, ...dan jika  imam sujud, maka sujudlah kalian."  (Muttafaqun 'alaih, dari Abu Hurairah رضي الله عنه)

◼ Sama saja, apakah imam sujud sahwi sebelum salam ataupun setelah salam, maka makmum wajib mengikutinya, kecuali bagi makmum yang masbuq (terlambat), yakni makmum yang tertinggal shalatnya, maka makmum tidak mengikuti imam dalam sujud sahwi, karena ada uzur baginya, sebab makmum yang masbuq tidak ikut salam bersama imam, maka bagi makmum yang masbuq harus:
1.Berdiri menyempurnakan yang kurang dari shalatnya.
2. Salam.
3. Sujud sahwi.
4. Salam.

🔘 Contoh

 🔏 Bersambung insya Allah

•••━══ ❁✿❁ ══━•••

✍🏼 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 26 Rabi'ul Awwal 1440 H / 4 Desember 2018 M.

🛑 Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

🍃 Barakallahu fikunna

#NAFiqih #NAFQ169
===================

📡 Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
📠 Channel Telegram
       ● http://t.me/NAfiqih
       ● http://t.me/nisaaassunnah
🌐 Website
       ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/nafiqih.html
       ● http://www.nisaa-assunnah.com

🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀
Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah (Pertemuan ke-169) Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah (Pertemuan ke-169) Reviewed by NISAA.ASSUNNAH2 on January 10, 2019 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.