Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan ke-119)



Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى

Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

TINGKAT KETIGA ADALAH IHSAN

Kita kembali pada matan/isi kitab:

المرتبة الثالثة:  الإحسان،
ركن واحد وهو. "أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك"  والدليل قوله تعالى:  { إن الله مع الذين اتقوا والذين هم محسنون}، وقوله:  { وتوكل على العزيز الرحيم. الذين يراك حين تقوم. وتقلبك في الساجدين.  إنه هو السميع العليم}. وقوله:  {وما تكون في شأن وما تتلوا منه من قرءان ولا تعلمون من عمل إلا كنا عليكم شهودا إذ تفيضون فيه}.

Artinya:

"Tingkat yang ketiga adalah Ihsan, rukunnya hanya satu, yaitu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu."

Dan dalilnya firman Allah ta'ala: "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan." (QS. An-Nahl: 128)

Dan firman Allah ta'ala:  "Dan bertakwalah kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Yang melihatmu ketika kamu berdiri (shalat) dan melihat perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud." (QS. Asy-Syu'ara: 217-220)

Juga firman-Nya:  "Dalam keadaan apapun kamu berada, dan ayat apapun yang kamu baca, serta perbuatan apapun yang kamu kerjakan, kecuali Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya." (QS. Yunus: 61)

SYARAH/PENJELASAN:

AL-IHSAN (BERBUAT BAIK) adalah lawan dari Al-Isa'ah (berbuat jelek).

▪ Al-Ihsan adalah seseorang memberikan kebaikan dan menahan kejelekan, maka dia memberikan kebaikan kepada hamba-hamba Allah berupa :
▪harta
▪kedudukan
▪ilmu, dan
▪badannya.

BERBUAT IHSAN DENGAN HARTA

Yakni dengan cara berinfak, bersedekah, juga dengan membayar zakat.

Berbuat ihsan dengan harta yang paling utama adalah membayar zakat. Sebab zakat merupakan salah satu dari rukun Islam dan salah satu bangunan Islam yang agung, tidak sempurna Islam seseorang, kecuali dengan menunaikannya dan ini merupakan jenis infak yang paling dicintai oleh Allah azza wajalla.

Yang lebih utama setelah zakat adalah infak yang wajib bagi seseorang kepada istrinya, ibunya, ayahnya, anak cucunya, kemudian saudara laki-lakinya anak-anak dari saudara-saudara laki-lakinya, saudari-saudari perempuannya, paman-pamannya, bibi-bibinya dari pihak bapak (ammah), dan bibi-bibinya dari pihak ibu (khalah), dan seterusnya.

Berikutnya sedekah kepada orang-orang miskin dan orang-orang yang pantas untuk menerimanya seperti para thullabul ilmi (penuntut ilmu).

BERBUAT IHSAN BERUPA KEDUDUKAN

Bersambung insya Allah

•••━══ ❁✿❁ ══━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 14 Rajab 1440 H / 21 Maret 2019.
__________📘

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NATauhid #NAT119
====================

📡 Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
📠 Channel Telegram
      ● http://t.me/NAtauhid
      ● http://t.me/nisaaassunnah
🌐 Website
      ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/natauhid.html
      ● http://www.nisaa-assunnah.com

🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀
Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan ke-119) Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul  (Pertemuan ke-119) Reviewed by NISAA.ASSUNNAH2 on April 20, 2019 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.