Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if (Pertemuan 11)



Penulis:
Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Umair Al-Madkhali حفظه الله تعالى

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

🔳 Seandainya para ulama sunnah di zaman ini memperlakukan para ahlul bid'ah dengan cara yang tegas ini, maka
👉 akan mati segala kebid'ahan di sarangnya
👉 dan para penerbit tidak akan mencetak dan menerbitkan kitab-kitab bid'ah mereka, karena tidak ada pelanggan dan pembelinya (tidak laku kitab-kitab mereka, pen.).
👉 Tidak terdengar suara lantang yang membela para ahlul bid'ah, apalagi sampai ditulis kitab-kitab yang mmembela kebid'ahan mereka, yang mana hal itu bisa menyebabkan kagumnya para pemuda salafi terhadap mereka, bahkan mendekat dan berduyun-duyun mendatangi  mereka sebagaimana  serangga mendekati api!  Innalillahi wa inna ilaihi raji'un

🔳 Bukankah telah diketahui bagaimana para sahabat, tabi'in, dan para ulama salaf dahulu memperlakukan para ahlul bid'ah, di mana mereka sedikit pun tidak melihat sisi kebaikan yang ada pada ahlul bid'ah?
✅ Hal itu merupakan ketegasan dan kekuatan mereka dalam membasmi kebatilan, dan juga menunjukkan dalamnya pemahaman mereka tentang maksud dan tujuan Islam, di antaranya dengan cara:

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

"Menjauhkan segala kerusakan lebih didahulukan dari pada mendatangkan segala kemaslahatan."

✍🏽 Keterangan tambahan penerjemah:

"Sebagai contoh, mendatangi dan belajar kepada ahlul bid'ah yang pandai nahwu, bahasa Arab, dan bahkan dalam ilmu tajwid, di mana mengambil ilmu dari mereka ada kemaslahatannya, akan tetapi ada kerusakan dan kemudharatan jika mendatangi mereka apalagi sampai berhutang budi dengan belajar kepada mereka, yang lebih utama bagi salafiyyin adalah menjauhi segala kerusakan yang diakibatkan bermajlis dengan ahlul bid'ah lebih didahulukan daripada mendatangkan dan mencari kemaslahatan dengan belajar  dengan ahlul bid'ah." (Selesai keterangan pen.).

⛔ NABI صلى الله عليه وسلم MENYEBUTKAN AIB SESEORANG TANPA MENYEBUTKAN KEBAIKANNYA, SEBAGAI BENTUK NASEHAT:

•••━══ ❁✿❁ ══━•••

✍🏼 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Senin, 25 Rabi'ul Awwal 1440 H / 3 Desember 2018.
__________📘

🛑 Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

🍃Barakallahu fikunna 🍃

#NAManhaj #NAManhaj11
======================

📡 Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
📠 Channel Telegram
      ● http://t.me/NAmanhaj
      ● http://t.me/nisaaassunnah
🌐 Website
      ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/namanhaj.html
      ● http://www.nisaa-assunnah.com

🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀
Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if (Pertemuan 11)  Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if  (Pertemuan 11) Reviewed by NISAA2 on June 21, 2019 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.