AL-FIQH AL-MUYASSAR (Pertemuan ke-126)


http://t.me/NAmuyassar

Pertemuan 126

KAJIAN FIKIH

Dari kitab:
AL-FIQH AL-MUYASSAR
(FIKIH PRAKTIS)


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

BAGIAN KETIGA

3. TEMPAT-TEMPAT YANG DIGUNAKAN UNTUK SHALAT ID

Disunnahkan shalat Id di tanah terbuka di luar bangunan.

Berdasarkan hadits Abu Said Al-Khudri رضي الله عنه,

كان النبي صلى الله عليه وسلم يخرج في الفطر والأضحى إلى المصلى.

"Nabi صلى الله عليه وسلم keluar pada shalat Idul Fitri dan Idul Adha ke tempat shalat (tanah lapang)." Muttafaqun 'alaih, Al-Bukhari (956) dan Muslim (889).

Tujuannya -wallahu a'lam- adalah untuk Menampakkan dan menonjolkan syiar ini.

Diperbolehkan melaksanakan shalat Id di masjid jami' jika ada uzur, seperti hujan, angin kencang dan semisalnya.

BAGIAN KEEMPAT

4. WAKTU SHALAT ID

Waktu shalat Id seperti waktu shalat Dhuha, yaitu setelah matahari naik setinggi tombak sampai waktu zawal, karena Nabi صلى الله عليه وسلم dan para khalifah setelahnya melaksanakan shalat Id setelah matahari naik, sebab sebelum matahari naik adalah waktu terlarang (untuk shalat). (lihat Al-Mughni 2/232-233).

Disunnahkan menyegerakan shalat Idul Adha di awal waktunya dan menunda shalat Idul Fitri,  berdasarkan perbuatan Nabi صلى الله عليه وسلم, dan juga karena manusia membutuhkan untuk menyegerakan pelaksanaan shalat Idul Adha untuk menyembelih kurban, sedangkan sebaliknya mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk pelaksanaan shalat Idul Fitri agar mendapati waktu luas untuk mengeluarkan zakat fitrah.

BAGIAN KELIMA

5. SIFAT DAN BACAAN DALAM SHALAT ID

Sifat Shalat Id

Dua rakaat dilakukan sebelum khutbah, berdasarkan perkataan Umar رضي الله عنه:

صلاة الفطر والأضحى ركعتان ركعتان،  تمام غير قصر على لسان نبيكم، وقد خاب من افترى.

"Shalat Idul Fitri dan Idul Adha dua rakaat dua rakaat sempurna bukan qashar melalui lisan Nabi kalian, dan sungguh rugi orang yang membuat kedustaan." HR. Ahmad (1/37), An-Nasa'i (1/232), dan Al-Baihaqi (3/200), hadits ini shahih, lihat Irwa' Al-Ghalil (3/106).

Dalam rakaat pertama:

Bertakbir enam kali setelah takbiratul ihram dan doa istiftah dan sebelum ta'awwudz.

Dalam raka'at kedua:

Bertakbir lima kali selain takbir bangkit dari sujud, dan dilakukan sebelum membaca Al-fatihah, berdasarkan hadits Aisyah رضي الله عنها yang marfu':

التكبير في الفطر والأضحى في الأولى سبع تكبيرات، وفي الثانية خمس تكبيرات سوى تكبيرتي الركوع.

"Takbir dalam shalat Idul Fitri dan Idul Adha pada rakaat pertama adalah tujuh takbir dan rakaat kedua adalah lima takbir selain dua takbir rukuk." HR. Abu Dawud (1149), hadits ini shahih, lihat Irwa' Al-Ghalil 3/286.

Mengangkat kedua tangan setiap kali takbir, karena Nabi صلى الله عليه وسلم,

كان يرفع يديه مع التكبير.

"Beliau mengangkat kedua tangannya bersama takbir."  HR. Ahmad (4/316), dihasankan oleh Al-Albani dalam Irwa' Al-Ghalil, no. 641.

BACAAN DALAM SHALAT ID

Bersambung insya Allah

•••━════━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 23 Rabi'ul Awwal 1441 H / 20 November 2019 M

====°°°°====°°°°====°°°°====

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAMuyassar #NAM126
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar, silakan mengunjungi:
Channel Telegram:
       ● http://t.me/NAmuyassar
       ● http://t.me/nisaaassunnah
Website:
       ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/namuyassar.html
       ● http://www.nisaa-assunnah.com

Nisaa` As-Sunnah

AL-FIQH AL-MUYASSAR (Pertemuan ke-126) AL-FIQH AL-MUYASSAR (Pertemuan ke-126) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on February 01, 2020 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.