Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if (Pertemuan 36)

 


http://t.me/NAmanhaj

Pertemuan 36

KAJIAN MANHAJ

Dari kitab:
Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if
(Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah dalam Mengkritisi Orang, Kitab dan Golongan)

Penulis: 
Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Umair Al-Madkhali حفظه الله تعالى

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

Dasar kalian adalah prinsip muwazanah, yakni harus seimbang antara sisi positif dan sisi negatif, ini mengharuskan kami untuk tidak menjelaskan tentang kejahatan Abu Jahal, Abu Lahab, ahli zindiq, bahkan kaum atheis zaman sekarang maupun di segala zaman dan di segala tempat, kecuali harus disertai dengan menyebutkan kebaikan-kebaikan mereka!!

Maka artinya bahwa firman Allah Tlta'ala  dalam Surat Al-Lahab,

﴿﷽﴾ تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ ﴿١﴾

1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.

مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ ﴿٢﴾

2. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.

سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ ﴿٣﴾

3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

وَٱمْرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلْحَطَبِ ﴿٤﴾

4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.

فِى جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍۭ ﴿٥﴾

5. Yang di lehernya ada tali dari sabut.

QS. Al-Lahab: 1 - 5

Bahwa Surat ini mengandung kezaliman terhadap Abu Lahab dan istrinya, karena dalam Surat ini tidak ada prinsip 'muwazanah'.

Begitu pula keterangan yang menyebutkan tentang Fir'aun, Haaman, dan orang-orang musyrik dan atheis yang disebutkan dalam Al-Qur'an, dan yang disebutkan oleh kaum Muslimin dalam sejarah mereka, atau yang ada dalam berbagai kitab Jarh wat Ta'dil, kitab-kitab Tafsir, dan Syarah Sunnah, dan seterusnya.

Maka inilah konsekuensi dari manhaj dan dasar prinsip kalian, nas'alullahal afiyah (kami mohon keselamatan kepada Allah), semoga Allah mengaruniakan kepada kami juga kepada kalian taubat dari ketergelinciran dan berbicara atas Nama Allah tanpa didasari ilmu, petunjuk, dan tanpa kitab yang menerangi.

PRINSIP AHMAD ASH-SHUYAN YANG MENYIMPANG BERIKUTNYA SERTA BANTAHAN TERHADAPNYA

Ahmad Ash-Shuyan - semoga Allah memberikan taufik kepada kami dan kepadanya-, dia berkata,

"Allah ta'ala berfirman,

 ۞يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَيۡسِرِۖ قُلۡ فِيهِمَآ إِثۡمٞ كَبِيرٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ

"Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia.”
-Surat Al-Baqarah, ayat: 219

Allah ta'ala menetapkan adanya manfaat dalam khamar dan judi, akan tetapi Dia mengharamkan keduanya karena adanya kerusakan yang lebih dominan."

(Kitab Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah, halaman 28 - 29).

JAWABAN/BANTAHAN ASY-SYAIKH ROBI' حفظه الله:

Bersambung insya  Allah

•••━════━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Senin, 2 Rabi'ul Awwal 1442 H / 19 Oktober 2020.
______

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAManhaj #NAManhaj36
======================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Channel Telegram
      ● http://t.me/NAmanhaj
      ● http://t.me/nisaaassunnah
Website 
      ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/namanhaj.html
      ● http://www.nisaa-assunnah.com

Nisaa` As-Sunnah


Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if (Pertemuan 36) Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if (Pertemuan 36) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on October 21, 2020 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.