Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 160 )

 



http://t.me/NAtauhid

Pertemuan 160

KAJIAN TAUHID 

Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(Tiga Landasan Utama)

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى

Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

4. TOKOH TAGHUT YAITU ORANG YANG MENGAKU TAHU SESUATU YANG GHAIB
(Bersambung dari terjemahan sebelumnya)

Allah ta'ala memerintahkan Nabi-Nya Muhammad صلى الله عليه وسلم untuk mengumumkan kepada para tokoh Quraisy bahwa tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib, kecuali hanya Allah, maka barang siapa yang mengaku mengetahui perkara ghaib, berarti dia telah mendustakan Allah ta'ala dan Rasul-Nya dalam ayat di tersebut.

Kita katakan kepada mereka, bagaimana mungkin kalian mengetahui perkara ghaib, sedangkan Nabi صلى الله عليه وسلم tidak mengetahui perkara ghaib? Apakah kalian lebih mulia daripada Rasulullah صلى الله عليه وسلم? Apabila mereka menjawab, "Kami lebih mulia daripada Rasulullah صلى الله عليه وسلم", berarti mereka telah kafir karena ucapannya itu, sedangkan jika mereka mengatakan, Rasulullah صلى الله عليه وسلم lebih mulia,'  maka kita katakan, "kalau begitu mengapa beliau tidak mengetahui perkara ghaib, sementara kalian bisa mengetahuinya?" Dan Allah ta'ala telah berfirman,

عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ فَلَا يُظۡهِرُ عَلَىٰ غَيۡبِهِۦٓ أَحَدًا

"Dia (adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang ghaib itu."  (QS. Al-Jin: 26)

إِلَّا مَنِ ٱرۡتَضَىٰ مِن رَّسُولٖ فَإِنَّهُۥ يَسۡلُكُ مِنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ رَصَدٗا

"Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya." (QS. Al-Jin: 28)

Ayat ini merupakan ayat kedua yang menunjukkan kafirnya orang-orang yang mengaku mengetahui perkara yang ghaib, padahal Allah telah memerintahkan Nabi-Nya untuk mengumumkan kepada para tokoh Quraisy dalam firman-Nya,

قُل لَّآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ إِنِّي مَلَكٌۖ إِنۡ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّۚ. 

Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak mengatakan kepada kalian , bahwa aku memiliki perbendaharaan Allah, dan aku tidak mengetahui yang ghaib, dan aku tidak (pula) mengatakan kepada kalian bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.” (QS. Al-An'am: 50)

5. TOKOH TAGHUT YANG KELIMA

Bersambung insya Allah

•••━════━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 26 Syawwal 1441 H / 18 Juni 2020.
__

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NATauhid #NAT160
====================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Channel Telegram
      ● http://t.me/NAtauhid
      ● http://t.me/nisaaassunnah
Website 
      ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/natauhid.html
      ● http://www.nisaa-assunnah.com

Nisaa` As-Sunnah



Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 160 ) Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 160 ) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on October 21, 2020 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.