AL-FIQH AL-MUYASSAR ( Pertemuan ke - 147 )




┏━━━━━━━━━━┓
   KAJIAN FIKIH 
┗━━━━━━━━━━┛



Dari kitab:

AL-FIQH AL-MUYASSAR

(FIKIH PRAKTIS)




بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:




 BAGIAN KESEMBILAN 


▪️ TAKZIAH, HUKUM DAN TATA CARANYA


Takziah artinya menghibur.

▪️Yakni menghibur dan menguatkan orang yang terkena musibah supaya mampu memikul beban musibahnya, 

▪️kemudian mengingatkannya tentang doa-doa dan dzikir-dzikir yang menjelaskan tentang keutamaan sabar dan mengharap pahala dari Allah ta'ala.


Disyaratkan takziah kepada keluarga mayit dengan sesuatu yang meringankan beban musibah mereka,

▪️yakni mendorong mereka untuk sabar dan ridha menerima takdir, 

▪️mengucapkan kalimat yang diajarkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم jika dia mengetahui dan menghafalnya, jika tidak mengetahui, maka dengan kata-kata baik yang mudah untuk difahami yang isinya sama dan tidak menyelisihi syariat.

▪️ Dari Usamah bin Zaid رضي الله عنهما, dia berkata,



كنا عند النبي صلى الله عليه وسلم فأرسلت إليه إحدى بناته تدعوه وتخبره أن صبيا لها أو إبنا لها في الموت، فقال للرسول : إرجع إليها فأخبرها : "إن لله ما أخذ وله ما أعطى، وكل شيء عنده بأجل مسمى، فمرها فلتصبر ولتحتسب.



"Kami sedang bersama Nabi صلى الله عليه وسلم lalu salah satu putri beliau mengirim utusan untuk memanggil beliau dan mengabarkan kepada beliau bahwa anaknya dalam keadaan sakaratul maut, maka beliau bersabda kepada utusan tersebut, "kembalilah kepanya dan kabarkan kepadanya: 
"Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil dan apa yang Dia berikan, segala sesuatu di sisi Allah memiliki ajal yang telah ditetapkan.' lalu perintahkan dia agar 'sabar dan berharap pahala dari Allah."  Muttafaq' alaih, diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1284), dan Muslim (923).



Dan ini termasuk lafazh terbaik ketika takziah.



Keterangan penerjemah:(Doa ketika takziah):



إن لله ما أخذ وله ما أعطى،
وكل شيء عنده بأجل مسمى، فلتصبر ولتحتسب.



Inna lillahi ma akhazha walahu ma a'tha, wakullu syai in 'indahu bi ajalin musamma, faltashbir wal tahtasib.


"Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil dan apa yang Dia berikan, Segala Sesuatu di sisi Allah memiliki ajal yang telah ditetapkan, maka bersabarlah dan mengharap pahala dari Allah. (Selesai keterangan tambahan penerjemah).



Bersambung insya Allah



•••━══ ❁✿❁ ══━•••



 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 15 Jumadil Awwal 1442 H / 30 Desember 2020 M



Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.



Barakallahu fikunna 



#NAMuyassar #NAM147


○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○



Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar, silakan mengunjungi:


Channel Telegram:

       • http://t.me/NAmuyassar



Website: 





🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀











 

AL-FIQH AL-MUYASSAR ( Pertemuan ke - 147 )   AL-FIQH AL-MUYASSAR  ( Pertemuan ke - 147 ) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 6 on January 29, 2021 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.