Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if (Pertemuan 37)

 


Pertemuan 37

KAJIAN MANHAJ 

Dari kitab:
Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if
(Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah dalam Mengkritisi Orang, Kitab dan Golongan)

Penulis: 
Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Umair Al-Madkhali حفظه الله تعالى

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

Keterangan penerjemah:

Ahmad Ash-Shuyan yang memiliki konsep Mazhab 'muwazanah' yakni harus  'adil' dalam menjelaskan sesuatu yang negatif harus pula menjelaskan sisi positifnya, sehingga seimbang. Kali ini Ahmad Ash-Shuyan berhujjah (berdalil) ayat Al-Qur'an Surat Al-Baqarah: 219 yang telah disebutkan di atas. (Selesai keterangan pen.).

JAWABAN DARI ASY-SYAIKH RABI حفظه الله تعالى:

Apakah menurut pendapat anda (yakni Ahmad Ash-Shuyan) berdasarkan konsep mazhab 'muwazanah' yang anda yakini bahwa dalam ayat Al-Qur'an ini tidak boleh menjelaskan kejelekan tentang khamar dan judi kecuali harus  disertai pula menjelaskan tentang manfaat yang ada dalam khamar dan judi?!

Telah kita diketahui bahwa ayat ini adalah ayat yang pertama turun tentang khamar.
Kemudian turun ayat berikutnya tentang khamar dalam Surat An-Nisa':

يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَقۡرَبُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنتُمۡ سُكَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَعۡلَمُواْ مَا تَقُولُونَ

"Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati shalat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan." QS. An-Nisa': 43 

Kemudian turun ayat berikutnya tentang khamar, judi dan selain keduanya dalam dua ayat surah Al-Maidah, Allah ta'ala berfirman:

يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡخَمۡرُ وَٱلۡمَيۡسِرُ وَٱلۡأَنصَابُ وَٱلۡأَزۡلَٰمُ رِجۡسٞ مِّنۡ عَمَلِ ٱلشَّيۡطَٰنِ فَٱجۡتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung." QS. Al-Ma'idah: 90

إِنَّمَا يُرِيدُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَن يُوقِعَ بَيۡنَكُمُ ٱلۡعَدَٰوَةَ وَٱلۡبَغۡضَآءَ فِي ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَيۡسِرِ وَيَصُدَّكُمۡ عَن ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَعَنِ ٱلصَّلَوٰةِۖ فَهَلۡ أَنتُم مُّنتَهُونَ

"Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat, maka tidakkah kamu mau berhenti?" QS. Al-Ma'idah: 91

Maka perhatikan dalam ayat di atas, bagaimana Allah menyamakan khamar dan judi sebagai perbuatan yang keji dan disejajarkan dengan perbuatan mengundi nasib dan berkurban untuk berhala (perbuatan syirik, pen.).
Bukankah dalam ayat di atas, Allah hanya mencukupkan penyebutan sifat khamar dan judi dengan sifat paling jelek tanpa menyebutkan sedikitpun manfaat yang ada pada keduanya?!

Lalu mana  'muwazanah' yang ada dalam ayat-ayat tersebut di atas?!

Bersambung insya Allah

•••━════━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Senin, 9 Rabi'ul Awwal 1442 H / 26 Oktober 2020.
______

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAManhaj #NAManhaj37
======================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Channel Telegram
Website 

Nisaa` As-Sunnah


Lebih baru Lebih lama