Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if (Pertemuan 42)

 


http://t.me/NAmanhaj

Pertemuan 42

KAJIAN MANHAJ

Dari kitab:
Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if
(Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah dalam Mengkritisi Orang, Kitab dan Golongan)

Penulis: 
Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Umair Al-Madkhali حفظه الله تعالى

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

SYARH HADITS:

Ibnu Hajar رحمه الله berkata, tentang matan hadits:

إنا كنا في جاهلية وشر...

"Kami dahulu berada di masa Jahiliyah dan penuh kejelekan..."

Yang dimaksudkan ini adalah kekufuran, yakni masa sebelum datangnya Islam, diwaktu itu manusia saling bunuh, saling merampas harta, dan berzina.

Matan hadits berikutnya:

فجاءنا الله بهذا الخير...

"Maka Allah mendatangkan kepada kita kebaikan ini..."

Yakni keimanan, keamanan, keadaan yang lebih baik, dan meninggalkan zina.

Matan hadits:

فهل بعد هذا الخير من شر؟ قال : نعم....

"Setelah kebaikan ini, apakah ada kejelekan? Beliau menjawab, "Ya...! "

Maksudnya, kejelekan ini adalah banyaknya fitnah yang terjadi setelah dibunuhnya sahabat Utsman رضي الله عنه, dan kejadian-kejadian berikutnya, serta dampak dari semua itu berupa hukuman di akhirat kelak.

Matan hadits:

قوله : نعم، وفيه دخن...

"Beliau menjawab, 'Ya! Tetapi di dalamnya ada dakhan..."

Dakhan adalah iri dengki, kekotoran hati, atau rusaknya qalbu. Ketiga makna tersebut hampir sama, hal ini menunjukkan bahwa setelah adanya masa yang penuh kejelekan, maka akan datang masa yang baik, akan tetapi kebaikannya tidak sempurna karena adanya dakhan (hati-hati yang kotor).

Al-'Iyadh رحمه الله berkata, "Yang dimaksud dengan kejelekan yang pertama adalah terjadinya berbagai fitnah setelah Usman bin Affan رضي الله عنه dibunuh. Dan yang dimaksud dengan kebaikan setelahnya adalah apa yang terjadi di masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz رحمه الله.
Yang dimaksud dengan orang-orang yang berbuat ma'ruf dan mungkar adalah penguasa setelahnya, di antara mereka ada yang teguh memegang sunnah serta keadilan, dan di antara mereka ada yang mengajak kepada kebid'ahan dan ketidak adilan."

Al-Hafizh رحمه الله berkata, "Yang nampak bagiku bahwa yang dimaksud dengan kejelekan pertama adalah munculnya fitnah yang pertama kali, adapun yang dimaksud dengan kebaikan setelahnya adalah musyawarah yang terjadi antara Ali (yang benar dan lebih sempurna adalah musyawarah dan perdamaian antara Hasan bin Ali رضي الله عنهما ) dengan Muawiyah. Adapun yang dimaksud dengan dakhan adalah adanya sebagian penguasa di masa mereka berdua, seperti Ziyad di Iraq, perselisihan yang ada di kalangan khawarij, dan munculnya para da'i yang mengajak ke pintu-pintu neraka, yang mencari dan ambisi pada  kepemimpinan yang terjadi di kalangan orang-orang khawarij dan selainnya, dan yang semakna dengan itu sehingga Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda tentang semua itu, 

الزم جماعة المسلمين وإمامهم.

"Tetaplah bersama jama'ah kaum muslimin dan imam mereka."

Yakni, jika terjadi masa-masa seperti itu, tetaplah bersama jama'ah kaum muslimin...

Dan lebih dijelaskan lagi hadits di atas dengan riwayat Abul Aswad,

ولو ضرب ظهرك، وأخذ مالك.

"Meskipun penguasa tersebut memukuli punggungmu, dan merampas hartamu."

Yakni, tetaplah taat pada pemerintah/penguasamu yang Muslim.
Dan yang seperti itu banyak terjadi di masa kekuasaan Hajjaj bin Yusuf. (Al-Fath 13/36).

•••━════━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Senin, 13 Jumadil Awwal 1442 H / 28 Desember 2020.
______

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAManhaj #NAManhaj42
======================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Channel Telegram
      • http://t.me/NAmanhaj
      • http://t.me/nisaaassunnah
Website 
      • http://www.nisaa-assunnah.com/p/namanhaj.html
      • http://www.nisaa-assunnah.com

Nisaa` As-Sunnah


Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if (Pertemuan 42) Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if (Pertemuan 42) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on January 01, 2021 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.