Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if (Pertemuan 41)

 


Manhaj Ahlussunnah, [30.11.20 20:41]

http://t.me/NAmanhaj


Pertemuan 41


KAJIAN MANHAJ


Dari kitab:

Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if

(Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah dalam Mengkritisi Orang, Kitab dan Golongan)


Penulis: 

Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Umair Al-Madkhali حفظه الله تعالى


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:


Ahmad Ash-Shuyan kembali berkata, (dengan pendapatnya yang menyimpang, yakni harus ada 'muwazanah' dalam menjelaskan sesuatu, harus  menyebutkan dua sisi sekaligus, sisi positif dan negatifnya, keterangan pent.):


Sahabat Hudzaifah ibnul Yaman رضي الله عنه berkata,


كان الناس يسألون رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الخير، وكنت أسأله عن الشر، مخافة أن يدركني.


"Manusia bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang kejelekan, karena khawatir mengenai aku.


فقلت : يا رسول الله! إنا كنا في جاهلية وشر، فجاءنا الله بهذا الخير، فهل بعد هذا الخير من شر؟ قال : "نعم". قلت : وهل بعد ذلك الشر من خير؟ قال : "نعم, وفيه دخن" قلت وما دخنه؟ قال : "قوم يهدون بغير هديي، تعرف منهم وتنكر .... " الحديث


Aku berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu berada di dalam keadaan jahiliyah dan penuh kejelekan, lalu Allah mendatangkan kepada kami kebaikan (Islam) ini, maka setelah kebaikan ini apakah ada kejelekan? 


Beliau menjawab, "Ya."


Lalu aku bertanya lagi, "Dan setelah kejelekan itu apakah ada kebaikan"


Beliau menjawab, "Ya! Tapi ada padanya 'dakhon'."


Aku bertanya, "Apakah dakhon itu?" 


Beliau menjawab, "Suatu kaum yang membimbing dengan selain bimbinganku (petunjukku), engkau mengenali mereka dan juga mengingkarinya..." (Al-Hadits). HR. Al-Bukhari (Bab Al-Fitan, no. 7084, kitab Al-Fath 13/35), dan Muslim (Kitabul Imarah, bab Wujuubu Mulaazamati Jama'atil Muslimin 3/1475, no. 1847)


Maka Nabi صلى الله عليه وسلم menetapkan adanya  kabar untuk sebagian kaum, bahwa di antara mereka terdapat 'Ad-Dakhon', meskipun pada kaum tersebut ada kebaikan pada jumlah mayoritas mereka.


Keterangan penerjemah:


"Apa yang dikatakan oleh Ahmad Ash-Shuyan di atas menunjukkan pemahaman yang menyimpang, bahwa dalam hadits di atas terdapat 'muwazanah', yakni disebutkan dua sisi positif dan negatif, ada sisi kebaikan juga ada sisi Kejelekannya."


JAWABAN DARI ASY-SYAIKH RABI' حفظه الله تعالى:


Pertama aku akan melengkapi hadits di atas, kemudian akan aku sampaikan syarh hadits tersebut dari para ulama, kemudian aku akan  mendiskusikan pendalilan Ahmad Ash-Shuyan.


Kelanjutan hadits:


قلت : فهل بعد ذلك الخير من الشر؟ قال : "نعم، دعاة على أبواب جهنم، من أجابهم إليها، قذفوه فيها."

قلت : يا رسول الله ! صفهم لنا. قال : " هم من جلدتنا، ويتكلمون بألسنتنا." قلت : فما تأمرني إن أدركني ذلك؟ قال : "تلزم جماعة المسلمين وإمامهم ." قلت : فإن لم يكن لهم جماعة ولا إمام؟ قال : "فاعتزل تلك الفرق كلها، ولو أن تعض بأصل شجرة، حتى يدركك الموت وأنت على ذلك."


Aku bertanya, "Setelah kebaikan itu apakah ada kejelekan?" 


Beliau menjawab, "Ya! Adanya para da'i ke pintu-pintu neraka jahanam, barangsiapa menyambut/mengikuti seruan mereka, maka dijerumuskan ke dalam neraka jahanam."


Aku bertanya, "Ya Rasulullah! jelaskan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami." 


Beliau menjawab: "Mereka dari kalangan kita sendiri (kaum muslimin), dan mereka berbicara dengan lisan kita (menyampaikan Al-Qur'an dan hadits)."


Aku bertanya, "Lalu apa yang engkau perintahkan untukku jika aku mendapati masa itu?" 


Beliau menjawab: "Hendaklah engkau tetap bersama jama'ah kaum muslimin dan imam (pemerintah muslim) mereka."


Aku bertanya, "Jika tidak ada kelompok jama'ah kaum muslimin, juga tidak ada pemerintah (pemimpin) mereka?"


Beliau menjawab: "Maka tinggalkan semua kelompok-kelompok yang ada, meskipun akhirnya engkau menggigit akar pohon, sampai engkau menemui kematian dalam keadaan tetap seperti itu." (Muttafaqun 'alaih)


SYARH HADITS:


Bersambung insya Allah


•••━════━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Senin, 15 Rabi'uts Tsani 1442 H / 30 November 2020.

______


Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.


Barakallahu fikunna


#NAManhaj #NAManhaj41

======================


Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

Channel Telegram

      • http://t.me/NAmanhaj

      • http://t.me/nisaaassunnah

Website 

      • http://www.nisaa-assunnah.com/p/namanhaj.html

      • http://www.nisaa-assunnah.com


Nisaa` As-Sunnah

Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if (Pertemuan 41) Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if (Pertemuan 41) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on January 01, 2021 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.