Kajian Manhaj 47

 


http://t.me/NAmanhaj


Pertemuan 47


KAJIAN MANHAJ 


Dari kitab:

Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if

(Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah dalam Mengkritisi Orang, Kitab dan Golongan)


Penulis: 

Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Umair Al-Madkhali حفظه الله تعالى


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:


Hadits-hadits yang saya sebutkan di atas tidak ada muwazanat di dalamnya, seandainya muwazanat itu keharusan, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم pasti tidak akan melupakannya.


Dalil-dalil tentang permasalahan ini masih banyak, tapi kami cukupkan dengan penjelasan kami di atas.


MASIH TENTANG KEYAKINAN MENYIMPANG, HARUS ADA MUWAZANAT (SEIMBANG) DALAM MENUDUH:


Al-Akh Ahmad Ash-Shuyan berkata,


 [عن عمر بن الخطاب:] أنَّ رَجُلًا على عَهْدِ النبيِّ ﷺ كانَ اسْمُهُ عَبْدَ اللَّهِ، وكانَ يُلَقَّبُ حِمارًا، وكانَ يُضْحِكُ رَسولَ اللَّهِ ﷺ، وكانَ النبيُّ ﷺ قدْ جَلَدَهُ في الشَّرابِ، فَأُتِيَ به يَوْمًا فأمَرَ به فَجُلِدَ، فَقالَ رَجُلٌ مِنَ القَوْمِ: اللَّهُمَّ العنْه، ما أكْثَرَ ما يُؤْتى بهِ! فَقالَ النبيُّ ﷺ: لا تَلْعَنُوهُ، فَواللَّهِ ما عَلِمْتُ إنَّه يُحِبُّ اللَّهَ ورَسولَهُ.

صحيح البخاري ٦٧٨٠


Dari Umar bin Khattab رضي الله عنه, bahwa ada seorang laki-laki di masa Nabi صلى الله عليه وسلم bernama Abdullah, dia dijuluki 'himaaran' , dan dia sering membuat Rasulullah صلى الله عليه وسلم tertawa. Nabi صلى الله عليه وسلم pernah menyambuknya (menghukum cambuk) karena minum khamr, pada suatu hari dia didatangkan lagi untuk dihukum cambuk, lalu ada seseorang berkata, 'Ya Allah laknatlah dia!  Betapa seringnya dia dihukum cambuk! Maka Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, "Janganlah kalian melaknat dia, karena Demi Allah aku mengetahui bahwa sesungguhnya dia mencintai Allah dan Rasul-Nya." HR. Al-Bukhari (6780).


Ahmad Ash-Shuyan berkata, "Ini adalah seorang sahabat yang mulia رضي الله عنه تعالى yang tergelincir berbuat maksiat bahkan sering dan berulang kali minum khamr, hal ini bukan berarti bahwa dia orang yang jelek secara keseluruhan, bahkan dia memiliki sifat lain yang terpuji yang wajib dimiliki, yakni mencintai Allah, maka hendaklah diketahui orang yang baik dengan kebaikannya, dan sebaliknya orang yang jelek dengan kejelekannya, agar adil dan seimbang, maka tidak boleh hanya cenderung melihat  kemaksiatannya saja tanpa sedikitpun melihat sisi kebaikan dan kelebihannya, inilah batas yang membedakan antara pemahaman ahlussunnah dengan khawarij." (Selesai perkataan Ahmad Ash-Shuyan).


BANTAHAN DAN PENJELASAN DARI ASY-SYAIKH RABI' حفظه الله:


Bersambung insya Allah


•••━════━•••


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Senin, 24 Rajab 1442 H / 8 Maret 2021.

__


Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.


Barakallahu fikunna


#NAManhaj #NAManhaj47

======================


Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

Channel Telegram

      • http://t.me/NAmanhaj

      • http://t.me/nisaaassunnah

Website 

      • http://www.nisaa-assunnah.com/p/namanhaj.html

      • http://www.nisaa-assunnah.com


Nisaa` As-Sunnah

Kajian Manhaj 47 Kajian Manhaj 47 Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on March 22, 2021 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.