Kitab Tanbihat 'ala Ahkamin Takhtashshu bil Mu'minat (Pertemuan 27)



KAJIAN FIQH

Dari kitab:

ﺗﻨﺒﻴﻬﺎﺕ ﻋﻠﻰ ﺃﺣﻜﺎﻡ ﺗﺨﺘﺺ ﺑﺎﻟﻤﺆﻣﻨﺎﺕ

ﻟﻔﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺻﺎﻟﺢ ﻓﻮﺯﺍﻥ ﺍﻟﻔﻮﺯﺍﻥ


ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺤﻤﺪﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ, ﻭﺍﻟﺼﻠﺎﺓ ﻭﺍﻟﺴﻠﺎﻡ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﻣﻦ ﻭﺍﻟﺎﻩ, ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ:

ﺃﺧﻮﺍﺗﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺭﺣﻤﻨﻲ ﻭﺭﺣﻤﻜﻢ ﺍﻟﻠﻪ

           BAB 6

HUKUM-HUKUM khusus bagi wanita berkaitan dengan HUKUM JENAZAH


       Allah telah menetapkan KEMATIAN bagi setiap jiwa, kecuali Allah ta'ala sendiri yang KEKAL abadi.
Allah berfirman:

ﻛُﻞُّ ﻣَﻦْ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻓَﺎﻥٍ * ﻭَﻳَﺒْﻘَﻰٰ ﻭَﺟْﻪُ ﺭَﺑِّﻚَ ﺫُﻭ ﺍﻟﺠَﻠﺎَﻝِ ﻭَﺍلإِﻛْﺮَﺍﻡِ *
[الرحمن: ٢٦-٢٧]

"Semua yang ada di atasnya fana, dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan."
[QS.Ar Rahman: 26-27]

Dan Allah mengkhususkan JENAZAH manusia dengan menentukan hukum-hukum penyelenggaraan jenazah yang wajib dilakukan oleh orang yang hidup.

Di dalam bab ini kami menjelaskannya secara khusus hanya untuk wanita, sebagai berikut:

1. Mayat wanita WAJIB dimandikan oleh sesama wanita, tidak boleh laki-laki memandikannya kecuali suami, karena suami BOLEH memandikan istrinya.
Begitu pula mayat lelaki harus dimandikan sesama laki-laki, tidak boleh wanita memandikan mayat laki-laki kecuali istrinya.

Karena Ali ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ memandikan jenazah istrinya Fathimah bintu Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ و ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ.

Dan Asma` bintu Umais ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ memandikan jenazah suaminya Abu Bakar Ash-Shiddiq ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ.

2. Disunnahkan mengKAFANI wanita dengan 5 lapis kain:

1. Sarung
2. Kerudung
3. Baju
4. Kain bedung/pocong
5. Kain bedung/pocong

(kain bedung dua lapis, pen).

Dalilnya:

Hadits riwayat Laila Ats-Tsaqafiyah berkata:

ﻛُﻨْﺖُ ﻓِﻴْﻤَﻦْ ﻏَﺴَّﻞَ ﺃُﻡَّ ﻛُﻠْﺜُﻮﻡٍ ﺑِﻨْﺖَ ﺭَﺳُﻮلِﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻋِﻨْﺪَ ﻭَﻓَﺎﺗِﻬَﺎ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺃَﻭَّﻝُ ﻣَﺎ ﺃَعْطَاﻧﺎَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻟﺤِﻘَﻰ ﺛُﻢَّ ﺍﻟﺪِّﺭْﻉَ ﺛُﻢَّ ﺍﻟْﺨِﻤَﺎﺭَ ﺛُﻢَّ ﺍلْمِلْحَفَةَ ﺛُﻢَّ ﺃُﺩْﺭِﺟَﺖْ ﺑَﻌْﺪُ ذٰﻟِﻚَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺜَّﻮْﺏِ ﺍﻟﺄٓﺧَﺮِ

"Aku termasuk para wanita yang memandikan Ummi Kultsum putri Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ketika wafatnya, yang pertama diberikan oleh Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ kepada kami adalah sarung, kemudian diri'/baju, kemudian kerudung, kemudian kain bedung, kemudian kain bedung lagi."
(HR.Ahmad dan Abu Dawud)
 

Berkata Imam Asy-Syaukani dalam kitab Nailul Authar:
"Hadits di atas menunjukkan disyariatkan dalam mengkafani jenazah wanita dengan:
Sarung, diri'/baju, kerudung, dan dua lapis kain bedung.
(Nailul Authar 4/42).

3. Untuk RAMBUT jenazah wanita:

Disisir rambutnya menjadi tiga kepang (ditengah, dan disamping kanan dan kiri, pen), lalu diletakkan semuanya dibelakang.

Dalilnya:

Hadits riwayat Ummu Athiyah tentang sifat memandikan jenazah putri Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ:

ﻓَﻀَﻔَﺮْﻧَﺎ ﺷَﻌَﺮَﻫَﺎ ﺛَﻠﺎَﺛَﺔَ ﻗُﺮُﻭْنٍ ﻭَﺃَﻟﻘَﻴْﻨَﺎهَا ﺧَﻠْﻔَﻬَﺎ

"Dan kami kepang rambutnya menjadi tiga kepang, dan kami letakkan dibelakangnya.
(HR.Bukhari Muslim)

Bersambung insyaAllah.

ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻪ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪﻟﻠﻪ ﺭﺏ العالمين

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 9 Sya'ban 1436 H / 27 Mei 2015



WA Nisaa` As-Sunnah.
Kitab Tanbihat 'ala Ahkamin Takhtashshu bil Mu'minat (Pertemuan 27) Kitab Tanbihat 'ala Ahkamin Takhtashshu bil Mu'minat (Pertemuan 27) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah on May 27, 2015 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.