Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 34)







KAJIAN FIQIH 






 Dari kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah



Penulis:  Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله






بسم الله الرحمن الرحيم
الحد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

أخواتي في الله رحمني ورحمكم الله





 SIFAT-SIFAT MANDI


Sifat mandi ada dua:

 1. Sifat yang mencukupi

 2. Sifat yang sempurna


Sebagaimana wudhu juga mempunyai dua sifat, sifat mencukupi dan sifat sempurna, begitu pula shalat dan haji.


 Keterangan:

 Sifat mencukupi yaitu mencakup yang WAJIB saja.

 Sifat yang sempurna, yaitu mencakup yang WAJIB dan SUNNAH


 (1). Sifat mandi yang sempurna:


1.NIAT MANDI


A). Arti niat menurut bahasa: kehendak

B). Menurut istilah: kehendak/kemantapan hati untuk melakukan sesuatu, apakah itu berupa :


 a. Ibadah

 b. Muamalah, atau

 c. Adat/kebiasaan


 Tempat niat:

 a. di hati

 b. tidak di lisan

 c. tidak disyariatkan mengucapkan apa yang diniatkan, ketika melakukan ibadah


 NIAT adalah syarat SAH nya ibadah, dalilnya:


Sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

إنما الاعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى

"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan sesunggunya bagi tiap orang apa yang diniatkan." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)



 NIAT ADA DUA:

 1. Niat amal

Ini yang dijelaskan oleh ulama FIQIH رحمهم الله. Niat inilah yang menjadikan amal perbuatan itu SAH.

 2. Niat al-ma'mul lalu (niat untuk siapa dia beramal, pen.).

Ini yang dijelaskan oleh ulama ahli TAUHID, karena berhubungan dengan IKHLAS.



 CONTOH:

 Ketika seseorang ingin mandi, maka dia niat untuk mandi = niat AMAL.

 Jika niat mandi itu untuk TAQARRUB/mendekatkan diri kepada Allah, untuk melakukan keta'atan kepada-Nya = NIAT AL-MA'MUL LAHU, niatnya untuk Allah subhanahu wata'ala.


 Niat yang ke dua itulah yang banyak dilupakan oleh orang, yakni tidak ada niat untuk TAQARRUB.

 Umumnya kita melakukan ibadah hanya karena ibadah tersebut adalah kewajiban yang harus kita lakukan, maka niat kita ini hanya membuat amal ibadah kita sah, namun ada KEKURANGAN (kurang sempurna, pen.).


 Karena itulah dalam banyak ayat Allah ta'ala berfirman menjelaskan tentang amal perbuatan:



 ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ

"Karena mencari Wajah Rabb mereka." (Al-Ra'du: 22)





 إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ

"Kecuali (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari Wajah Rabb-nya yang Maha Tinggi." (Al-Lail:20)




 وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ

"Dan orang-orang yang sabar karena mencari Wajah Rabb mereka." (Al-Ra'du: 22)





 يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا

"(Karena) mereka mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya." (Al-Hasyr: 8)



 (2). MEMBACA BASMALAH.

 Yang shahih, membaca basmalah ketika berwudhu dan ketika mandi bukan wajib (tapi sunnah, pen.).



 (3). Mencuci tangan 3×

Bersambung, insya Allah.






وصلى الله على نبينا محمد وعلي آله والحمد لله رب العالمين




 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Selasa, 10 Dzulqa'dah 1436 H / 25 Agustus 2015





 WA Nisaa` As-Sunnah

Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 34) Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 34) Reviewed by Nisaa As-Sunnah 2 on September 07, 2015 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.