Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 111) : Makna Doa Qunut


Nisaa` As-Sunnah:
┏━━━━━━━━━━━━━━━━━┓
    🎀  KAJIAN FIKIH  🎀
┗━━━━━━━━━━━━━━━━━┛

📚 Dari kitab:
Fiqhu Al-Mar'ah Al-Muslimah

📝 Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

💬 Jika ada yang bertanya:

🔒 Apakah hal ini secara umum, bahwa tidak akan hina orang yang ditolong oleh Allah, dan tidak akan mulia orang yang dimusuhi oleh Allah?!

💬 Maka jawabannya adalah:

🔓 Bahwa hal ini tidak diartikan secara umum, sebab kehinaan kadang-kadang menimpa sebagian orang mukmin, dan sebaliknya kemuliaan didapati oleh orang-orang musyrik, akan tetapi itu bukan terjadi secara mutlak dan terus menerus.

🌄 Seperti yang pernah terjadi di UHUD pada diri Nabi صلى الله عليه وسلم dan para sahabat beliau, tidak diragukan bahwa kejadian ketika itu bisa diartikan sebagai kemuliaan dan kemenangan bagi orang-orang musyrikin, karena itulah dengan bangganya ketika itu mereka berteriak, "Hari ini sebagai tebusan kekalahan kami di Badar!!!". Dan memang peperangan itu silih berganti, kadang menang dan kadang kalah.

🌄 Dan tidak diragukan kejadian di UHUD itu menjadi musibah untuk Nabi صلى الله عليه وسلم dan para sahabat beliau yang mengalami luka-luka parah yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Tapi yang seperti ini jarang terjadi, dan tidaklah kemuliaan selalu diberikan kepada orang-orang musyrikin, dan juga sebaliknya, tidaklah kehinaan selalu dan terus menerus menimpa orang-orang mukmin.

🌄 Adapun kejadian di UHUD, ternyata di balik itu ada kemaslahatan yang banyak dan besar, yang disebutkan oleh Allah ta'ala dalam surah Ali-Imran, dan Ibnul Qayyim juga menjelaskan secara terperinci, HIKMAH dari kejadian di UHUD dalam kitab beliau Zaadul Ma'ad. Beliau jelaskan fikih dari peperangan UHUD serta FAEDAH dan KEMASLAHATAN besar dibalik musibah yang menimpa Nabi صلى الله عليه وسلم dan para sahabat beliau.

💬 Maka bacaan dalam qunut:

لاٙ يٙذِلُّ مٙنْ وٙالٙيْتٙ، وٙلاٙ يٙعِزُّ مٙنْ عٙادٙيْتٙ 

"Tidak mendapati kehinaan orang yang Engkau tolong, dan tidak mendapati kemuliaan orang yang Engkau musuhi."

▫ Kami katakan, hal ini tidak secara umum, tapi dikhususkan dengan beberapa kondisi kejadian yang terjadi sebaliknya. Dan kami juga mengatakan, bahwa hal ini maknanya umum dan tetap dalam keumumannya, tidak dikhususkan dengan sesuatu apapun. Akan tetapi makna umum di sini yang kami maksudkan adalah, "Tidak hina dengan kehinaan yang terus-menerus, dan tidak mulia  dengan kemuliaan yang terus menerus." 

💬 Kita lanjutkan doa qunut yang berikutnya:

🕋 تٙبٙارٙكْتٙ رٙبّٙنٙا

🏷 Bersambung insya Allah

✍🏼 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 11 Ramadhan 1438 H / 06 Juni 2017 M.

🛑 Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.


🍃 Barakallahu fikunna

===================

📡 Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

🌐 Website 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com

📠 Channel Telegram
       ● http://t.me/nisaaassunnah
       ● http://t.me/fiqihwanitamuslimah


🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀

Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 111) : Makna Doa Qunut Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 111) : Makna Doa Qunut Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on October 27, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.