Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 119)


┏━━━━━━━━━━━━━━━━━┓
    🎀  KAJIAN FIKIH  🎀
┗━━━━━━━━━━━━━━━━━┛

📚 Dari kitab:
Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah

📝 Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

_______

💬 Lafazh doa qunut berikutnya:

لاَ نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

"Aku tidak dapat menghitung puji-pujian terhadap-Mu. Engkau adalah sebagaimana yang Engkau puji atas diri-Mu." 

📎 Yakni yang dimaksud dengan puji-pujian adalah menyebut-nyebut secara berulang kali sifat-sifat yang sempurna.

🏷 Dalilnya adalah firman Allah ta'ala dalam hadits qudsi:

إذا قال العبد :
الحمدلله رب العالمين. 
قال الله تعالى: حمدني عبدي.
وإذا قال العبد  :
الرحمن الرحيم. 
قال الله تعالى : أثنى علي عبدي.

"Apabila hamba membaca,
'Segala pujian bagi Allah Rabb semesta alam.'

Maka Allah ta'ala berkata,
'Hambaku telah memuji-Ku.'

Apabila hamba membaca,
'Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.'

Maka Allah ta'ala berkata,
'Hamba-Ku telah memuji-muji-Ku.'

📎 Maka tidak mungkin seseorang hamba mampu menghitung puji-pujian untuk Allah selama-lamanya, meskipun dia bisa hidup kekal selama-lamanya dan tidak pernah mati. Hal itu dikarenakan 
👉 perbuatan Allah tidak terbatas.
👉 Semua perbuatan Allah sangat sempurna.
👉 Dan firman-firman-Nya juga tidak terbatas.
👉 Semua firman-Nya sangat sempurna
👉 dan penjagaan-Nya serta perlindungan-Nya terhadap hamba-hamba-Nya juga tidak terbatas.

☝Maka puji-pujian manusia kepada Allah betapapun banyaknya tidak mungkin bisa mencapai seperti apa yang dikehendaki dan dicintai oleh Allah. Karena manusia menyadari kekurangannya dalam MEMUJI Allah, maka dalam doa qunutnya dia membaca,

لاَ نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

"Aku tidak mampu menghitung puji-pujian terhadap-Mu. Engkau adalah sebagaimana yang Engkau puji atas diri-Mu." 

📎 Yakni: Engkau Wahai Rabb kami, adalah seperti yang Engkau puji atas diri-Mu, adapun kami tidak mampu untuk menghitung banyaknya puji-pujian terhadap-Mu. 

🔑 Maka dalam lafazh doa qunut tersebut mengandung makna pengakuan terhadap sempurnanya sifat-sifat Allah. 

💬 Lafazh doa qunut berikutnya adalah:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ.

"Ya Allah sampaikanlah shalawat kepada Muhammad."

🔐 Bersambung insya Allah


✍🏼 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah  bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 6 Muharram 1439 H / 26 September 2017 M.

====●●●●====●●●●====

🛑 Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

🍃 Barakallahu fikunna

===================

📡 Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
🌐 Website 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com
📠 Channel Telegram
       ● http://t.me/nisaaassunnah
       ● http://t.me/fiqihwanitamuslimah

🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀

Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 119) Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 119) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on October 27, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.