Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 120)


┏━━━━━━━━━━━━━━━━━┓
    🎀  KAJIAN FIKIH  🎀
┗━━━━━━━━━━━━━━━━━┛

📚 Dari kitab:
Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah

📝 Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

🔘 Lafazh qunut berikutnya adalah 

اللهم صل على محمد 
(Allahumma shalli 'alaa Muhammad)

"Ya Allah sampaikanlah shalawat kepada Muhammad."

🚪 Yakni doa ditutup dengan shalawat kepada Nabi صلى الله عليه وسلم. Karena hal itu termasuk sebab-sebab dikabulkannya doa. Sebagaimana ada dalam satu riwayat hadits yang masih diperbincangkan keshahihannya oleh para ulama, 'Bahwa DOA itu terhenti antara langit dan bumi sampai engkau membaca shalawat untuk Nabimu.'

💬 Seandainya seseorang menambahkan lafazh-lafazh doa yang lain, maka hal itu diperbolehkan, sebab qunut memang tempat untuk berdoa, bahkan Abu Hurairah رضي الله عنه qunut dengan doa yang berisi laknat/kutukan untuk orang-orang kafir, beliau membaca,

اللهم العن الكفرة
(Allahummal 'anil kafarah)

"Ya Allah,  kutuklah orang-orang kafir."

🔎 Maka hal ini menunjukkan luasnya permasalahan ini, yakni BOLEHNYA menambah doa-doa lainnya ketika qunut.

🔎 Dan juga perlu diketahui, andaikata seseorang tidak bisa berdoa dengan lafazh-lafazh doa dalam qunut, maka dia boleh berdoa dengan doa-doa lain yang dia mampu.

☝ Akan tetapi jika dia sebagai IMAM shalat, maka seharusnya tidak memperpanjang doa jika akan memberatkan dan membosankan bagi makmumnya, kecuali jika makmumnya mampu dan senang dengan lama dan panjangnya doa qunut.

🔹 Makna dari SHALAWAT ALLAH kepada Nabi صلى الله عليه وسلم adalah PUJIAN ALLAH kepada Nabi صلى الله عليه وسلم di hadapan para malaikat.

🔹 Yakni Allah ta'ala menampakkan sifat-Nya yang sempurna di hadapan para malaikat. Begitulah makna yang dinukil dari Abul 'Aliyah.

💬 Lafazh qunut berikutnya:

وعلى آل محمد
(Wa'ala Aali Muhammad)

"Dan kepada 'aali' Muhammad."

⬤ Makna آل (Aali), yaitu pengikut beliau, orang-orang yang mengikuti agama beliau.

🔸 Dalilnya adalah firman Allah ta'ala,

وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

"Dan pada hari kiamat, masukkanlah ala (pengikut) Firaun ke dalam adzab yang keras." (QS. Ghafir: 46)

🔎 Yakni maksud dari ayat ال فرعن  (ala Fir'aun) adalah orang-orang yang mengikuti agama Firaun.

💬 Akan tetapi jika diucapkan,

وعلى اله وأتباعه.
(Wa 'alaa aalihi wa atbaa'ihi)

"Dan kepada keluarga, dan pengikut-pengikut beliau."

👉 Maka yang dimaksud آل  di sini adalah _orang-orang mukmin dari KELUARGA beliau. Adapun yang bukan mukmin, maka bukan termasuk آل keluarga beliau.

🗯 Dan dalam syair telah dijelaskan bahwa آل adalah pengikut agama beliau:
▪Alu An-Nabi adalah pengikut agama beliau.
▪Baik dari kalangan Ajam (non Arab), Sudan, maupun bangsa Arab.
▪Andaikata makna Alu hanya kerabat/keluarga beliau, maka shalawat kaum muslimin tersampaikan juga kepada Abu Lahab.

✍🏼 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 13 Muharram 1439 H / 3 Oktober 2017 M.

🛑 Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.


🍃 Barakallahu fikunna

===================

📡 Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
🌐 Website 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com
📠 Channel Telegram
       ● http://t.me/nisaaassunnah
       ● http://t.me/fiqihwanitamuslimah

🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀

Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 120) Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 120) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on October 27, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.