AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 84)



http://t.me/fiqihmukminah

PERTEMUAN 84

KAJIAN FIKIH

Dari kitab:
AL-FIQH AL-MUYASSAR
(FIKIH PRAKTIS)

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

BAB KEENAM

SUJUD SAHWI, SUJUD TILAWAH, DAN SUJUD SYUKUR

Bab ini terdiri dari beberapa bagian:

1. BAGIAN PERTAMA

DISYARIATKAN SUJUD SAHWI DAN SEBAB-SEBABNYA

Yang dimaksud sujud sahwi adalah sujud yang dituntut untuk dilakukan di akhir shalat untuk 
- menambal kekurangan
- atau kelebihan
- atau keraguan.

Sujud sahwi disyariatkan berdasarkan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

إذا نسي أحدكم فليسجد سجدتين

"Jika salah seorang dari kalian lupa (dalam shalat), maka hendaklah sujud dua kali." (HR. Muslim)

Dan berdasarkan perbuatan Nabi صلى الله عليه وسلم sebagaimana akan dijelaskan berikut ini.

Dan para ulama telah sepakat tentang disyariatkannya sujud sahwi.

SEBAB-SEBAB SUJUD SAHWI

1. Kelebihan
2. Kekurangan
3. Keraguan

2. BAGIAN KEDUA

KAPAN WAJIB SUJUD SAHWI?

Wajib sujud sahwi karena sebab-sebab berikut:

1. Jika menambah perbuatan dari jenis amalan dalam shalat. 

Misalnya menambah rukuk, sujud, berdiri, atau duduk meskipun lamanya  hanya seperti duduk istirahat.
Berdasarkan hadits Ibnu Mas'ud رضي الله عنه:

صلى بنا رسول الله صلى الله عليه وسلم خمسا، فلما انفتل من الصلاة توشوش القوم بينهم فقال:  ما شأنكم؟  قالوا يا رسول الله،  هل زيد في الصلاة شيء؟ قال: لا.  قالوا: فإنك قد صليت خمسا،  فانفتل فسجد سجدتين، ثم سلم، ثم قال: إنما أنا بشر مثلكم، أنسى كما تنسون، فإذا نسي أحدكم فليسجد سجدتين. 

"Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah shalat bersama kami lima rakaat. Ketika beliau selesai shalat, maka terdengar suara gaduh di antara mereka. Maka beliau bertanya, 'Ada apa dengan kalian?' Mereka bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah ada tambahan dalam shalat?' Beliau menjawab, 'Tidak.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya engkau telah shalat lima rakaat.' Maka beliau berbalik menghadap kiblat, lalu sujud dua kali, kemudian salam. Lalu beliau bersabda, 'Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa seperti kalian, aku lupa sebagaimana kalian juga lupa, maka jika salah seorang dari kalian lupa, maka hendaklah dia sujud dua kali." (HR.  Muslim)

Jika mengetahui adanya tambahan ketika shalat, maka wajib dia duduk ketika mengingatnya, meskipun ketika itu dia sedang rukuk, sebab jika dia meneruskan kelebihan tersebut dengan sepengetahuannya, maka berarti dia telah menambah sesuatu dalam shalat dengan sengaja, dan ini tidak boleh.

2. ...
Bersambung insya Allah

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 3 Rajab 1439 H / 21 Maret 2018 M

====°°°°====°°°°====°°°°====

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAMuyassar # 
Website: 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com
       ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/namuyassar.html
Channel Telegram:
       ● http://t.me/nisaaassunnah
       ● http://t.me/fiqihmukminah

Nisaa` As-Sunnah
AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 84) AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 84) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 5 on March 30, 2018 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.