Kajian Tauhid kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan ke-121)



Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى

Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

ADAPUN IHSAN DALAM IBADAH KEPADA ALLAH yaitu engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم.

Ibadah ini, yakni ibadah seseorang kepada Rabbnya seolah-olah dia melihat-Nya, adalah ibadah thalab (mencari) dan syauq (merindukan).  Ibadah yang bersifat mencari dan merindukan ini menjadikan seseorang akan mendapati pada dirinya adanya dorongan kuat untuk mengerjakannya, karena dia bisa memohon kepada Dzat yang dicintainya, maka dia beribadah seolah-olah melihat-Nya, sehingga dia akan menuju kepada-Nya, kembali (bertaubat) kepada-Nya, dan mendekat (taqarrub) kepada-Nya.
"Dan jika engkau tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu."  Ini adalah ibadah disertai rasa takut dan khawatir. Oleh karena itu, maka ini adalah ibadah tingkat kedua di dalam ihsan.

Apabila engkau tidak mampu beribadah kepada Allah azza wajalla seolah-olah engkau melihat-Nya, mencari-Nya dan mendorong diri untuk sampai kepada-Nya, maka beribadahlah seolah-olah Allah yang  melihatmu. Maka engkau beribadah kepada Allah dengan ibadah yang penuh rasa khawatir dan takut dari azab dan hukuman-Nya. Ini adalah tingkatan ibadah yang lebih rendah dari tingkatan yang pertama.

Beribadah kepada Allah ta'ala yaitu sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim رحمه الله,

وعبادة الرحمن غاية حبه
       مع ذل عابده هما ركنان

"Ibadah kepada Ar-Rahman adalah puncak kecintaan (ini ihsan dalam ibadah tingkat pertama, pen.).
Disertai menghinakan diri dari penyembah-Nya, dua itu adalah rukunnya (ini ihsan dalam ibadah tingkatan kedua, pen.)."

Maka ibadah didirikan dengan dua rukun ini:

1. PUNCAK KECINTAAN
2. PUNCAK MENGHINAKAN DIRI

▪Pada puncak kecintaan terdapat keinginan untuk mencari.
▪Pada puncak menghinakan diri terdapat rasa khawatir dan rasa takut.

✔ Inilah ihsan di dalam beribadah kepada Allah azza wajalla.


•••━══ ❁✿❁ ══━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 5 Sya'ban 1440 H / 11 April 2019.
__________

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

🍃Barakallahu fikunna 🍃

#NATauhid #NAT121
====================

📡 Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
📠 Channel Telegram
      ● http://t.me/NAtauhid
      ● http://t.me/nisaaassunnah
🌐 Website
      ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/natauhid.html
      ● http://www.nisaa-assunnah.com

🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀
Kajian Tauhid kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan ke-121) Kajian Tauhid kitab  Tsalatsatul Ushul  (Pertemuan ke-121) Reviewed by NISAA.ASSUNNAH2 on April 20, 2019 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.