Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 150 )




KAJIAN TAUHID



Dari kitab:


Tsalatsatul Ushul

(Tiga Landasan Utama)




Penulis:


Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى




Syarah/Penjelasan oleh:


Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله



بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد




MATAN/ISI KITAB:


\
ومن كذب بالبعث كفر، والدايل قوله تعالى: { زعم الذين كفروا أن لن يبعثوا قل بلى وربي لتبعثن ثم لتنبؤن بما عملتم وذلك على الله يسير }.


Barang siapa yang mendustakan (tidak beriman) kepada kebangkitan, maka dia kafir. Dalilnya adalah firman Allah ta'ala: "Orang-orang kafir mengatakan bahwa mereka tidak akan dibangkitkan.

Katakanlah: "Tidak demikian. Demi Rabbku, kamu pasti akan dibangkitkan kemudian pasti akan diberitatakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan, yang demikian itu mudah bagi Allah."
(QS. At-Taghabun: 7)



SYARH/PENJELASAN:



Barang siapa yang mengingkari hari kebangkitan maka dia kafir.


Berdasarkan firman Allah ta'ala:



وَقَالُوا إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ. وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ وُقِفُوا عَلَىٰ رَبِّهِمْ ۚ قَالَ أَلَيْسَ هَٰذَا بِالْحَقِّ ۚ قَالُوا بَلَىٰ وَرَبِّنَا ۚ قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ


Mereka (orang-orang kafir) mengatakan: " Hidup ini hanyalah kehidupan kita di dunia saja dan kita tidak akan dibangkitkan"

Seandainya kalian melihat ketika mereka dihadapkan kepada Rabb mereka, Allah berfirman, "Bukankah kebangkitan ini benar (terjadi)?')"

Mereka menjawab, "Sungguh benar, demi Rabb kami."

Allah berfirman, "Maka rasakanlah azab (neraka) ini, dikarenakan kalian telah mengingkarinya."
(QS. Al-An'am: 29-30)


Dan Allah ta'ala berfirman,



وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ. الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ.الدِّينِ. وَمَا يُكَذِّبُ بِهِ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ. إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ. كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ. كَلَّا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ. ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُو الْجَحِيمِ. ثُمَّ يُقَالُ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ.


"Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa, yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu". Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Rabb mereka.Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. Kemudian, dikatakan (kepada mereka): "Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan".
(QS.Al- Muthaffifin: 10-17)



Allah ta'ala juga berfirman,


بَلْ كَذَّبُوا بِالسَّاعَةِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لِمَنْ كَذَّبَ بِالسَّاعَةِ سَعِيرًا


"Bahkan mereka mendustakan hari kiamat, dan Kami telah menyediakan neraka Sa'ir (yang menyala-nyala) bagi orang yang mendustakan hari kiamat."
(QS Al-Furqan: 11)



Dan Allah ta'ala juga berfirman,



وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَلِقَائِهِ أُولَٰئِكَ يَئِسُوا مِنْ رَحْمَتِي وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ


"Dan orang-orang kafir kepada ayat-ayat Allah dan Pertemuan dengan-Nya, mereka itu putus asa dari rahmat-Ku dan mereka mendapat siksa yang pedih."
(QS. Al-Ankabut: 23)



Adapun penulis رحمه الله berdalilkan dengan firman Allah ta'ala:



زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ ۚ وَذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ


"Orang-orang kafir mengatakan, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah, _'Tidak demikian, demi Rabbku, benar-benar kalian akan dibangkitkan, kemudian akan diberitahukan kepada kalian apa-apa yang telah kalian kerjakan.' yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (QS. At-Taghabun: 7)



Adapun bantahan untuk orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan adalah sebagai berikut:


Bersambung insya Allah



•••━══ ❁✿❁ ══━•••


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 5 Jumadil Akhir 1441 H / 30 Januari 2020.


Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.



Barakallahu fikunna


#NATauhid #NAT150

====================


Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:


Channel Telegram



Website 









Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 150 ) Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 150 ) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 6 on February 01, 2020 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.