Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 158 )


http://t.me/NAtauhid

Pertemuan 158

KAJIAN TAUHID

Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(Tiga Landasan Utama)

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى

Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

ADA BEBERAPA KEADAAN HUBUNGAN MANUSIA DENGAN PENGUASANYA:

1. Kuatnya sisi keimanan dan sisi kekuasaan.

Ini merupakan kondisi yang paling sempurna dan paling tinggi.

2. Lemahnya sisi keimanan dan kekuasaan:

Ini adalah kondisi paling rendah dan paling berbahaya bagi komunitas negeri, baik bagi penguasa maupun rakyatnya, sebab lemahnya sisi keimanan sekaligus sisi  kekuasaan akan menimbulkan kekacauan pemikiran, akhlak, dan perbuatan.

3. Lemahnya sisi keimanan tapi kuat dalam sisi kekuasaan:

Ini merupakan tingkat menengah, sebab jika kuat dari sisi kekuasaan, ini bagus untuk umat dalam segi zhahir. Akan tetapi jika kekuatan penguasa melemah, maka jangan ditanya lagi tentang keadaan umat dan rusaknya perbuatan mereka.

4. Kuatnya sisi keimanan dan lemahnya sisi kekuasaan:

Maka dalam perkara zhahir lebih rendah keadaannya dibandingkan dengan kondisi ketiga di atas. Akan hubungan manusia dengan Rabbnya lebih sempurna dan lebih tinggi tingkatannya.

MATAN /ISI KITAB:

والطواغيت كثيرة ورؤسهم خمسة، إبليس لعنه الله...

"Dan thaghut itu banyak, tokoh-tokohnya ada lima: Iblis yang telah dilaknat oleh Allah..."

SYARH /PENJELASAN:

Thawaghit adalah bentuk jamak dari kata thaghut, dan keterangan tentang tafsirnya telah dibahas.

Tokoh-tokoh thaghut yakni, para pemimpin dan panutannya ada lima:

1. Iblis

Yakni setan yang terkutuk, yang Allah katakan kepadanya dalam ayat:

وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ

"Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” QS. Shad: 78

Sebelumnya Iblis bersama para malaikat dan beramal seperti amalan mereka, akan tetapi ketika dia diperintah untuk sujud kepada Adam, barulah terlihat sifat jelek, sikap membangkang dan sombongnya, diapun membangkang dan sombong, sehingga dia tergolong menjadi orang-orang kafir, sehingga dia dikeluarkan dari rahmat Allah ta'ala. Allah ta'ala berfirman,

وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ أَبَىٰ وَٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kalian kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan orang-orang kafir." QS. Al-Baqarah : 34

•••━════━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 1 Sya'ban 1441 H / 27 Maret 2020.
______

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NATauhid #NAT158
====================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Channel Telegram
      ● http://t.me/NAtauhid
      ● http://t.me/nisaaassunnah
Website
      ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/natauhid.html
      ● http://www.nisaa-assunnah.com

Nisaa` As-Sunnah

Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 158 ) Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 158 ) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on May 01, 2020 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.